Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Sukabumi, dalam  menyambut Bulan Bahasa, mengadakan workshop di SMAN I Palabuhanratu. Tema yang diusung dalam workshop tersebuat adalah “Transformasi Guru Bahasa melalui Literasi  Digital   dan Inovasi  Pembelajaran”  Tema tersebut tentunya sejalan dengan era digitalisasi yang sedang berkembang dalam dunia pendidikan. MGMP Bahasa Indonesia juga mendorong para guru Bahasa untuk berinovasi dalam pembelajaran. Adapun kegiatan workshop  yang dilaksanakan yaitu “Pemanfatan Aplikasi Quizizz  dan Canva for Education untuk Pembelajaran”.

Dunia kini sedang menuju transformasi dari Revolusi Industri 3.0 ke Revolusi Industri 4.0 dengan segala tantangan yang ada. Unsur digital memegang peran dalam  transformasi tersebut. Tidak ada satu negara pun yang sanggup untuk menghindari transformasi tersebut, termasuk Indonesia.

Dunia pendidikan harus bisa mengikuti percepatan yang saat ini sedang terjadi. Sekolah dan perguruan tinggi harus bisa segera bertransformasi supaya bisa tetap relevan dengan revolusi industri 4.0.

Program pendidikan 4.0 harus segera diterapkan untuk mengikuti percepatan ini. Dengan digitalisasi di institusi pendidikan, metode pembelajaran seharusnya bisa lebih efisien. Peserta didik juga akan terdorong untuk lebih melek digital.

Microsoft Asia EduTech melakukan riset pada tahun 2016. Pada riset tersebut,  95% responden, sepakat bahwa sistem pendidikan terkini sangat membutuhkan support teknologi informasi.(Kompas.com)

Namun, masih banyak tenaga pendidik yang mengalami kesulitan untuk keep up dengan perkembangan teknologi. Pada akhirnya pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran di kelas belum bisa dilaksanakan secara  maksimal.

Institusi pendidikan harus bisa menyusun rencana supaya program ini bisa segera dilaksanakan. Kompetensi guru harus ditingkatkan, prasarana harus mulai dilengkapi, metode pembelajaran digital harus mulai diterapkan, dan seluruh sistem yang ada di sekolah perlahan tapi pasti harus terdigitalisasi.

Transformasi digital pendidikan Indonesia sulit untuk dihindari dengan situasi dan kondisi yang berkembang saat ini. Mau tidak mau membuat setiap stakeholder pada sektor pendidikan maupun pemerintah harus bergerak ke cepat arah digitalisasi dunia pendidikan.

Oleh karena itu, tidak heran jika tren transformasi digital ini juga sangat berdampak pada industri pendidikan. Dari pendidikan sekolah dasar hingga pendidikan tinggi, transformasi digital telah memengaruhi ruang kelas dan cara para guru dalam menyampaikan pembelajaran.

Lalu apakah transformasi digital perlu dilakukan dalam dunia pendidikan?

Sebelum kita bahas lebih jauh lagi, mari kita perhatikan lebih lanjut apa itu transformasi digital.

Adanya revolusi industri yang terus berkembang setiap tahunnya membawa kita dalam perubahan dalam segi digital. Baik  bagi perekonomian, sistem sosial maupun dunia pendidikan.  Hal ini tentu akan berakibat pada pergeseran sistem kerja kita saat ini. Lalu, Apa itu transformasi digital?

Pengertian Transformasi Digital

Digital transformation atau transformasi digital merupakan sebuah hal dalam penggunaan teknologi yang dilakukan untuk mentransformasi atau mengubah proses analog atau tradisional menjadi digital yang lebih efisien dan efektif. Dalam kehidupan sehari-hari kita sendiri sudah mengalami transformasi digital tersebut, mulai dari penggunaan jam tangan pintar hingga asisten rumah tangga dengan kecerdasan buatan atau AI. (Wikipedia)

Transformasi digital ini lebih merujuk pada bagaimana cara teknologi mengubah suatu bisnis dengan segala bidang teknologi yang baru seperti pembelajaran mesin, data besar, dan internet untuk kepentingan bisnis tersebut.  Dengan adanya konsep ini pastinya akan memberikan dampak yang sangat signifikan dan membuat proses bisnis yang sebelumnya menjadi lebih baik lagi.

Transformasi digital merupakan sebuah transformasi dari suatu sistem beralih ke arah digital. Karena pada hakikatnya transformasi digital akan merujuk pada perubahan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi. seperti pada contohnya dalam kehidupan kita sehari-hari, sudah banyak dari masyarakat dunia yang tidak menggunakan surat untuk memberi kabar pada rekannya, pada era ini masyarakat sudah menggunakan perangkat telekomunikasi untuk mengirim pesan. Tak hanya itu, kita juga sudah mulai beralih dari membaca Koran lewat media cetak menjadi ke media online.

Tak hanya kehidupan sehari-hari yang telah mengalami transformasi digital, sistem pendidikan khususnya di Indonesia juga ikut merasakan adanya transformasi digital yang sedang berkembang kearah yang lebih canggih lagi.

Positifnya, adanya transformasi digital ini mendorong para pelaku dunia pendidikan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Sekolah maupun institusi dirasa sangat perlu untuk membekali siswa dengan keahlian yang tepat demi memenuhi tuntutan masa depan. Namun, hal yang perlu diperhatikan saat ini adalah, sudahkan institusi pendidikan mempersiapkan diri menghadapi transformasi digital didunia pendidikan untuk dapat memenuhi kebutuhan anak-anak dimasa depan?

Salah satu terobosan-terobosan baru yang dapat diterapkan dunia pendidikan adalah penggunaan buku yang bisa diganti dengan E-book, aplikasi Raport yang dapat diakses lewat smartphone, materi pembelajaran yang bisa didapat melalui kartu dan aplikasi.

Jika kita lihat secara seksama, kemajuan teknologi tidak terbendung, semakin banyak munculnya aplikasi/perangkat lunak bagi pendidikan terutama dikeluarkan oleh para raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft yang sehari-hari produknya tidak lepas dari aktivitas kita. Oleh karenanya maka jawabannya adalah Ya, dunia pendidikan harus mengikuti transformasi ke arah digital.

Dalam konteks teaching delivery. Prakteknya tidak semua materi dapat disampaikan secara digital tetapi paling tidak, digitalisasi akan mempermudah guru dan peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran. Terlebih telah munculnya paradigma Pendidikan di Abad 21.

Transformasi digital tidak semata-mata menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran, akan tetapi lebih dari itu. Peserta didik harus mampu berpikir secara komputasi atau yang lebih dikenal  dengan Computational Thinking (CT)Perlu diketahui CT akan menjadi salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh setiap peserta didik di masa depan mereka.

Computational Thinking (CT) adalah proses berpikir yang diperlukan dalam memformulasikan masalah dan solusinya, sehingga solusi tersebut dapat menjadi agen pemroses informasi yang efektif dalam menyelesaikan masalah (2011, Jeannette). Jika ditelaah lebih dalam mengenai definisi tersebut dapat kita lihat bahwa CT merupakan sebuah proses pemikiran yang terlepas dari teknologi serta merupakan metode penyelesaian masalah yang dirancang untuk dapat diselesaikan dan dijalankan oleh manusia, komputer maupun keduanya.

Perlu kita ingat juga bahwa teknologi pada dasarnya hanya alat bantu dalam melakukan sebuah proses pembelajaran tetapi yang paling penting untuk diimplementasikan adalah bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran berdampak pada change behavior (perubahan perilaku) peserta didik sesuai potensi dan talenta yang telah dimiliki dan hal tersebut tergantung kemampuan guru dalam menyusun desain instruksional proses pembelajaran.

Tantangan dunia pendidikan yang semakin berat juga menambah alasan salah satunya adalah belum maksimalnya sinergitas dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri.

Langkah-langkah  dalam  transformasi digital

Transformasi digital dunia pendidikan merupakan salah satu cara dalam menjawab tantangan tersebut karena itulah yang akan dimasuki generasi pengganti kita yaitu generasi digital dan tentunya transformasi digital merupakan salah satu langkah awal untuk Merdeka belajar. Lalu bagaimana sekolah untuk dapat melakukan transformasi digital? Ada beberapa langah dalam tranformasi digital.

Guru perlu diperkaya dengan CT dan implementasinya dalam proses pembelajaran karena bagaimanapun hal tersebut tidak akan lepas dari pemahaman guru mengenai CT.

  1. Guru harus memahami penggunaan teknologi di dalam kelas dan menghapus paradigma jika teknologi sulit untuk diimplementasikan di kelas.
  2. Guru perlu memberdayakan teknologi yang ada di tangannya bukan cuma sekedar menggunakan teknologi yang canggih tetapi tidak mampu digunakan oleh guru sehingga menjadi sia-sia.
  3. Gunakan metode learn how to learn(belajar cara belajar) karena metode ini akan mendorong guru untuk mengintegrasikan berbagai cara dalam mencari informasi termasuk mengintegrasikan dengan teknologi.
  4. Pimpinan sekolah sedapat mungkin mampu memberikan motivasi kepada para guru akan pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan.

Tentunya banyak hal yang dapat dilakukan dalam melaksanakan transformasi digital di kelas oleh sekolah maupun guru, hal tersebut tergantung sejauh mana keinginan dari sekolah untuk melakukan transformasi. Perlu diingat bahwa bukan hanya guru yang akan merasakan manfaatnya di masa yang akan datang tetapi para peserta didik setelah mereka masuk ke dalam era mereka yaitu era digital.

Munculnya pandemi COVID-19 membatasi kegiatan belajar – mengajar di sekolah. Mau tidak mau menuntut banyak sekolah dan guru menggunakan teknologi informasi untuk membantu mereka mengatasi kondisi tersebut.

Ada hal penting lain yang perlu diperhatikan dalam peralihan menuju era digitalisasi dunia pendidikan di Indonesia. Bukan hanya sekedar menerapkan penggunaan gadget dengan buku-buku elektronik, namun juga perubahan mindset tenaga pengajar maupun pelajar yang terlibat di dalamnya, termasuk sektor lain yang menjadi sektor penunjang dunia pendidikan.

Manusia sebagai subjek atau pelaku utama dalam perkembangan peradaban perlu beradaptasi dengan perubahan lingkungan di sekitarnya. guru, pelajar, pemerintah maupun pihak-pihak terkait dengan sektor pendidikan perlu merubah pola pikirnya ke arah problem solving bukan lagi sekedar surviving secara tradisional.

Sehingga dalam hal ini dapat kita definisikan bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia adalah proses perubahan pola pikir manusia dalam melakukan transfer pengetahuan dengan bantuan teknologi canggih yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45. Perkembangan ke arah digital seharusnya mampu meningkatkan kesempatan belajar putra-putri bangsa Indonesia, bukan menjadi kendala bagi pelajar untuk mendapatkan pendidikan. Demikian juga transformasi digital dunia pendidikan juga harus dapat mengatasi kendala maupun masalah yang saat ini dialami oleh anak usia sekolah dengan keterbatasan kondisi fisik.

Tantangan Menuju Era Digital

Untuk menuju kriteria yang ingin dicapai dalam transformasi digital dunia pendidikan di Indonesia, ada beberapa kondisi saat ini yang perlu diubah ataupun diatasi. Masih banyak wilayah-wilayah di Indonesia yang kesulitan mengakses saluran komunikasi karena terkendala oleh infrastruktur maupun kondisi geografis yang berat.

Perkembangan teknologi yang telah menjadi bagian dari peradaban global merupakan alasan kuat bagi transformasi digital pendidikan Indonesia. Setiap lini masyarakat harus siap dengan perubahan dan menyambut era digital yang baru. Wujudkan tranformasi digital di sekolah untuk menunjang pendidikan Indonesia yang lebih maju. Lalu, sudah sejauh mana transformasi digital  dalam dunia pendidikan yang telah bapak /ibu lakukan? 

Selamat mengeksplorasi dunia  digital dalam pembelajaran!