Selimut kasihmu begitu hangat terasa

Saat sakit menerpa raga, selimut kasihmu selalu menjaga

Tatapan teduh sedalam samudera penuh makna

Belaian kasih sambungkan otot jiwa jadikan semangat

 

Membimbing tak kenal putus asa

Menuntun langkah contohkan teladan

Lemah, jadikan kuat lewat nasehatmu

Tak pernah sayu matamu, karna selalu pancarkan doa dan harapan

 

Sekarang, Itu tak ada lagi

Kenapa Ibu terbujur kaku, Kenapa ibu matamu redup menutup

Kenapa mulut ibu mengunci, Sendiri……

Berselimut gundukan tanah merah dan doa anakmu.