Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru. Guru adalah elemen penting dalam pendidikan. Akan seperti apa dan bagaimana bangsa Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kualitas guru. Saking pentingnya peran dan tanggung jawab guru, UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan guru sebagai agen pembelajaran yang harus menjadi fasilitator, motivator, pemacu, perekayasa pembelajaran, dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik.

Seperti kita ketahui bersama, kualitas pendidikan di negara kita memang masih jauh dari yang diharapkan oleh karena itu perlu adanya upaya dan kerja keras yang terus menerus dengan melibatkan seluruh stakeholders, agar dunia pendidikan kita benar-benar bangkit dari keterpurukan untuk mengejar ketertinggalan sehingga mampu berkompetisi secara sehat dan bermartabat di mata dunia.

Kita masih ingat, penerapan sekolah lima hari yang menimbulkan polemik. Bahkan penerapan Kurikulum 2013 yang “terpaksa” dibatalkan akibat guru yang belum paham betul. Banyak guru yang bingung sehingga pembelajaran tidak berjalan optimal. Maka upaya meningkatkan kompetensi guru sebagai pelaksana kurikulum di kelas sangatlah penting. Karena sebaik apapun kurikulum yang ada, tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa didukung guru yang berkualitas.

Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam pendidikan. Penyelenggaraan dan keberhasilan proses pendidikan sangat ditentukan oleh faktor guru. Guru menjadi penentu utama dalam mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.

Seperti tercantum dalam Undang-undang No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, dijelaskan bahwa guru professional mempunyai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional, dan kompetensi sosial. Kompetensi guru dapat diartikan sebagai kewenangan dan kecakapan atau kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan sesuai dengan jabatan yang disandangnya yaitu sebagai guru. Kompetensi terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam menjalankan fungsi sebagai guru.

Guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal.

Kompetensi guru tidak akan meningkat dengan sendirinya tetapi tentu harus ada upaya untuk meningkatkannya. Peningkatan kompetensi guru dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain, melalui penelitian tindakan kelas.

Penelitian Tindakan Kelas adalah bentuk penelitian yang terjadi di dalam kelas berupa tindakan tertentu yang dilakukan untuk memperbaiki proses belajar mengajar guna meningkatkan hasil belajar yang lebih baik dari sebelumnya.

Salah satu tujuan penelitian Tindakan kelas yaitu memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran juga membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah.

Guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi guru juga harus menjadi motivator dan katalisator pengetahuan. Guru harus memberikan motivasi, dan mampu mengeklprorasi potensi terbaik peserta didik. Hal ini tidak bisa dilakukan, apabila guru tidak mau belajar/update ilmu pengetahuan.

Penelitian Tindakan kelas merupakan suatu penelitian yang bersifat reflektif dan cukup efektif karena dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan tugas mengajar. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk memperbaiki mutu pelaksanaan pembelajaran di kelasnya (Suparno, 2008). Oleh karena tujuan PTK adalah memperbaiki kualitas proses pembelajaran, maka kegiatan yang dilakukan haruslah berupa tindakan yang diyakini lebih baik dari kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan. Dengan kata lain, tindakan yang diberikan kepada siswa harus terlihat lebih efektif, efisien, kreatif dan inovatif.

Penelitian ini merupakan pendekatan yang akar rumput sifatnya memakai pendekatan bottom-up dalam mengembangkan kebijakan atau strategi pengembangan kurikulum yang seyogyanya difasilitasi oleh pimpinan lembaga pendidikan yang bersangkutan (Rochiati Wiriaatmadja, 2005). Penelitian tindakan kelas ini akan berdampak terhadap profesi pengembangan guru secara professional. Berdasarkan uraian di atas dapat diharapkan bahwa dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan kompetensi guru.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari penelitian tindakan kelas antara lain:

  1. Laporan tertulis kegiatan PTK sebagai bukti fisik guru telah membuat karya tulis ilmiah yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti kenaikan pangkat/golongan, mengikuti lomba guru berprestasi, lomba kreativitas guru, dan lain sebagaianya.
  2. Guru terbiasa melaksanakan penelitian secara mandiri untuk memecahkan persoalan pembelajaran yang dijalankannya.
  3. Dapat memperbaiki kualitas proses maupun hasil pembelajaran.
  4. Menumbuhkembangkan, budaya meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru.

Gambar 1. Alur Pelaksanaan Tindakan dalam Penelitian Tindakan Kelas Model Kemmis dan McTaggart

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

Perencanaan

Penelitian tindakan kelas dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang dijumpai guru dalam kegiatan pembelajaran. Masalah merupakan kesenjangan antara apa yang diharapkan guru dengan kenyataan yang dihadapinya. Namun tidak semua masalah yang dijumpai di kelas merupakan masalah dalam penelitian tindakan kelas, maka perlu dipilih masalah yang sebaiknya diangkat dalam penelitian tindakan kelas

Pelaksanaan

Implementasi tindakan pada prinsipnya merupakan realisasi dari sutu tindakan yang sudah direncanakan sebelumnya. Strategi apa yang digunakan, materi apa yang diajarkan atau dibahas.

Observasi

Dapat dilakukan sendiri oleh peneliti maupun oleh kolaborator yang memang diberi tugas untuk hal itu. Pada saat memonitor pengamat haeus mencatat semua peristiwa yang terjadi di kelas penelitian, misalnya kinerja guru, situasi kelas, sikap dan perilaku siswa, pembahasan materi, penyerapan siswa terhadap materi yang diajarka. Observasi berfungsi untuk mengenali dan mengevaluasi perkembangan yang terjadi dengan adanya tindakan. Informasi yang diperoleh merupakan umpan balik bagi.

Refleksi

Refleksi adalah upaya evaluasi yang dilakukan oleh para kolaborator atau partisipan yang terkait dengan suatu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan. Refleksi ini dilakukan dengan cara kolaborasi yaitu adanya diskusi terhadap berbagai masalah yang terjadi di kelas penelitian. Dengan demikian refleksi dapat ditentukan sesudah adanya imlementasi dan hasil observasi. Refleksi dapat berkenaan dengan proses dan dampak tindakan. Berdasarkan refleksi ini pula perbaikan tindakan selanjutnya dilakukan.

Seorang guru yang profesional selalu mengembangkan diri untuk memenuhi tuntutan zaman dalam tugasnya sebagai pendidik. Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu alternatif untuk mengembangkan diri sebagai guru yang profesional. Penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan kompetensi guru. pelaksanakan penelitian tindakan kelas yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi, dan refleksinya.

Bagi rekan-rekan sejawat yang telah memilih profesi “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” marilah kita berusaha untuk menjadi motivator dan katalisator pengetahuan, agar kita senantiasa mengikuti perkembangan zaman dan tidak akan tergantikan oleh teknologi ganggih apapun.

Alhamdulillah penelitian tindakan kelas yang sudah saya laksanakan sebagai berikut:

  1. Penerapan Metode Quantum Teaching (Teknik Tandur) untuk Meningkatkan Keterampilan dan Hasil Belajar Siswa dalam Materi Berpidato (PTK Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XII IPA -2 SMA Negeri I Cikembar Kabupaten Sukabumi Tahun Pelajaran 2010/2011)
  2. Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Siswa dalam Materi Surat Lamaran Pekerjaan dengan Menggunakan Metode Pemberian Tugas (PTK Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XII IPS-2 SMA negeri I Cikembar Kabupaten Sukabumi Tahun Pelajaran 20210/2011)
  3. Meningkatkan Prestasi Belajar dan Keterampilan Siswa dalam Materi Menulis Paragraf Dedukif dan Induktif dengan Menggunakan Metode Contextual Teaching and Learning (PTK Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IPA -3 SMA Negeri I Cikembar Kabupaten Sukabumi Tahun Pelajaran 2011/2012)

Mudah-mudahan dapat menginspirasi rekan-rekan sejawat untuk selalu berusaha membuka diri dalam mengembangkan kompetensi diri kita masing-masing. Mulailah dari diri kita sendiri.

Guru yang profesional, guru yang berkualitas adalah jaminannya. Tanpa perbaikan kualitas guru maka kualitas pendidikan akan tetap “jauh panggang dari api.” Maka upaya meningkatkan kompetensi guru sebagai pelaksana kurikulum di kelas sangatlah penting. Karena sebaik apapun kurikulum yang ada, tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa didukung guru yang berkualitas.

Jadilah guru yang dirindukan dan dinantikan kehadiranya oleh siswa karena dia kagum dengan figur yang menginspirasi mereka baik perilaku ataupun prestasi kehidupan kita.

Semoga.